Burung pun Berdzikir, Bagaimana dengan Kita?

Ketika Matahari belum lagi muncul dari peraduannya, waktu subuh pun baru
kan menjelang. Tetapi, keheningan menjelang subuh mulai pecah dengan suara
merdu cicit burung yang saling bersahut-sahutan. Indah sekali terdengar di
telinga. Sayangnya, keharmonisan suara cicit burung itu semakin lama mulai
menghilang bersamaan dengan makin bersinarnya matahari pagi.

Rutinas pagi dengan sambutan selamat datang suara cicit burung, mungkin menjadi
sarapan pagi menjelang subuh yang dialami oleh sebagian orang. Subhanallah,
fenomena alam yang sekilas terkesan sederhana ini, sebenarnya merupakan sebuah
peringatan bagi kita. Bahwa sesungguhnya semua makhluk di langit dan bumi,
termasuk burung pun yang derajatnya lebih rendah daripada manusia melakukan
tasbih (beribadah dan melakukan puji-pujian kepada Allah) dan dzikir kepada
Ilahi. Mereka bangun pagi-pagi buta, mengepakkan sayapnya, bertasbih dan
berdzikir. Setelah itu baru mereka memenuhi kebutuhan dunianya, yaitu mencari
makan, bercengkrama dengan anak dan keluarganya, atau sekedar bermain-main
dengan burung lainnya.

"Tidakkah kami tahu bahwasanya Allah, kepada-Nya bertasbih apa yang ada di
langit dan di bumi, dan (juga) burung dengan mengembangkan sayapnya.
Masing-masing telah mengetahui (cara) sholat dan tasbihnya. Dan Allah Maha
mengetahui apa yang mereka kerjakan." (Qs. 24:41)

Kita memang tidak mengerti tasbih dan dzikir yang dilakukan oleh burung-burung
(ataupun makhluk-makhluk lainnya). Yang terdengar oleh kita hanyalah lantunan
suara merdu yang harmonis, berirama, dan indah di telinga. Karena, sesungguhnya
Allah Swt yang sudah memberitakan kepada manusia bahwa kita tidak akan mengerti
tasbih dan dzikir yang dilakukan, baik oleh burung-burung ataupun
makhluk-makhluk di langit dan bumi.

"Langit yang tujuh, bumi, dan semua yang ada di dalamnya bertasbih kepada
Alloh. Dan tidak ada satupun melainkan bertasbih dengan memuji-Nya. Tetapi,
kamu sekalian tidak mengerti tasbih mereka. Sesungguhnya dia Maha Penyantun dan
Maha Pengampun." (Qs. 17:44)

Oleh karena itu, alangkah malunya kita sebagai manusia yang dianugerahi Alloh
sebagai makhluk dengan kesempurnaan unsur, tetapi terlupa untuk melakukan
dzikir dan tasbih secara rutin kepada Ilahi Robbi, Dzat yang telah memberikan
berjuta-juta nikmat kepada kita. Padahal, tasbih dan dzikir kepada Allah
merupakan kunci yang membuka hijab atau batas dari kegelapan menuju cahaya
iman. Ia juga merupakan sarana yang menguak kesadaran akan hakekat diri yang
tenggelam. Karena melalui tasbih dan dzikrullah akan melahirkan pikiran dan
jiwa yang cerdas serta tenang yang selalu diiringi oleh sikap tunduk, pasrah,
dan tawakal kepada Allah swt.

“Yaitu orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenang dengan
dzikrulloh (mengingat Alloh). Ingatlah hanya dengan mengingat Allohlah hati
menjadi tenang.“ (Qs. 13:28)

Selain itu, dzikir juga merupakan refleksi dari kepahaman dan keyakinan akan
hakekat diri sebagai manusia ciptaan Allah. Bahwa diri yang lemah ini
diciptakan dengan tujuan asasi untuk mengabdi dan beribadah kepada Sang Khalik.
Semakin tinggi pemahaman terhadap hal ini, semakin melambung nilainya.
Dzikirnya selalu tak terlupa, ruhaninya bersih dan selalu tertata dalam meniti
jalan menuju keridhoan Ilahi.

Keutamaan berdzikir tercermin dalam sebuah dialog antara Rasulullah dengan
seorang sahabat (sebagaimana diriwayatkan Tirmidzi)

"Wahai Rasulullah, sesungguhnya syariat Islam telah banyak ada padaku, maka
beritahulah kepadaku dengan sesuatu yang aku bisa berpegang teguh dengannya."

Rasulullah saw bersabda, "Hendaklah lisanmu selalu basah karena berdzikir
kepada Alloh." (Muttafaqun 'Alaihi dari Hadits Abu Hurairah).

Selain itu, dalam hadits lain, Rasulullah saw bersabda, "Aku berserah diri
kepada persangkaan hamba-Ku terhadap-Ku. Jika ia mengingatKu (berdzikir) dalam
dirinya, Aku akan menyebut dalam diri-Ku. Jika ia mengingatKu dalam sebuah
jamaah, maka Aku akan menyebutkanya di dalam jamaah yang lebih baik dari
mereka."

Sesungguhnya melakukan tasbih dan dzikrullah bukan hanya sekedar di lisan atau
duduk tersungkur kemudian menangis. Tetapi, dzikir yang dilakukan oleh seorang
mukmin haruslah dzikir yang melibatkan hati atau qolbu, menghadirkan pikiran
akan makna-makna yang terucap oleh lisan, berusaha terwarnai olehnya, dan
berupaya menetapi maksud dan tujuan. Selain itu, dzikir yang kita lakukan
hendaknya juga senantiasa merasakan akan kehadiran Allah (muroqobatulloh) di
mana pun ia berada. Rasa muroqobatulloh seorang mukmin ini akan semakin kuat
seiring dengan kuatnya tali dzikir kepada Alloh swt. Ia akan selalu meyakini,
tidak ada sedikit pun gerakan dan amal yang ia lakukan, kecuali dicatat dalam
’buku induk’ amal perbuatannya.

“Apakah mereka mengira, bahwa Kami tidak mendengar rahasia dan bisikan-bisikan
mereka? Sebenarnya (Kami mendengar) dan utusan-utusan (malaikat-malaikat) Kami
selalu mencatat di sisi mereka.“ (Qs. 43:80).

Dzikir itu tidak terbatas pada basahnya lisan oleh ucapan-ucapan yang bermakna
sakral dan menghidupkan jiwa yang gersang. Tetapi taubat juga merupakan dzikir,
tafakur juga dzikir, menuntut ilmu itu dzikir, mencari rezeki dengan niat yang
baik juga dzikir, dan segala sesuatu yang di sana ada upaya taqarrub kepada
Allah dan selalu ber-muroqobah kepada-Nya, maka itu adalah dzikir. Karenanya,
manusia yang arif adalah yang selalu berdzikir di setiap kesempatan, waktu, dan
kesempitan.

Seorang mukmin yang mempunyai hubungan dzikir yang kuat dengan Alloh, hatinya
pun akan selalu sensitif dalam melakukan amal. Ia akan selalu menimbang setiap
amal perbuatannya dengan timbangan syara’. Sehingga amal perbuatannya sangat
bernilai laksana emas. Karena ia akan melihat bahwa Allah sesungguhnya lebih
dekat kepadanya daripada urat lehernya sendiri.

"Dan sesungguhnya kami telah menciptakan manusia dan mengetahui apa yang
dibisikan oleh hatinya, dan Kami lebih dekat kepadanya daripada urat lehernya."
(Qs.50:16)

Selain itu, seorang mukmin pun perlu melakukan dzikir akal, yaitu dengan selalu
berupaya menerjemahkan dan memikirkan fenomena-fenomena alam yang ada di
sekitar kita dengan keagungan dan kekuasaan Allah, Sang Pencipta yang Maha
Besar. Tidak bisa dibantah lagi bahwa seorang mukmin harus melakukan dzikir
akal ini. Karena Rasulullah saw, setelah turun surat Al-Imron ayat 190 sampai
191 yang menerangkan tentang Ulil Albaab, yaitu orang-orang yang selalu
memikirkan fenomena alam dalam keadaan berdiri, duduk, dan berbaring, dengan
cucuran air mata beliau berkata kepada Bilal bin Rabbah:

“Celakalah orang yang membaca ayat itu, namun tidak merenungkannya.“

Untuk mencapai hasil optimal dalam proses perenungan fenomena alam, Al-Ustadz
Sayyid Qutb memberikan kiat, janganlah kita menganggap bahwa fenomena alam yang
terjadi di sekeliling kita ini adalah suatu rutinitas yang terjadi begitu saja.
Tetapi, cobalah memikirkan bahwa sesungguhnya ada sentuhan dari sebuah
kekuasaan yang sangat besar, yang tidak bisa digapai manusia yaitu kekuasaan
Allah swt yang menyebabkan terjadinya fenomena alam yang begitu ajaib, unik,
aneh, dan teratur.

Dan tak lupa, semoga kita pun selalu berupaya membiasakan lisan, hati, dan amal
kita untuk mengekspresikan apa yang kita dapat dan kita alami dalam hidup ini
dengan untaian-untaian tasbih dan dzikir kepada Allah 'Azza wa Jalla.

Wallohu a'lam bishawab.

Hidup dalam Pilihan

Kita dilahirkan ke dunia tak tau apa-apa, selain insting menangis dan menyusu. Karena kebesaran dan kasih sayang Allah lah, segala penopang kesempurnaan hidup kita kemudian Allah berikan kepada kita. Allah beri penglihatan, Allah beri pendengaran dan indera yang lain, Allah beri akal, Allah beri hati (sirr) dan masih banyak yang lain. Menginjak dewasa saat semua semakin matang, kita sudah bisa membedakan mana baik dan buruk, yang penting dan tak penting, serta hal-hal lain demi kelangsungan kehidupan kita. Di situlah “Challenge” kehidupan manusia. Setiap manusia menempuh pilihan, menjadi baik atau burukkah, menjadi bahagia atau susahkah, menjadi semakin dekat ataukah semakin jauhkah dari Allah.

Dalam surat Asy-Syams ayat 8 dan 9 dijelaskan :

[91:8] maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) kefasikan dan ketakwaannya.
[91:9] sesungguhnya beruntunglah orang yang mensucikan jiwa itu,
[91:10] dan sesungguhnya merugilah orang yang mengotorinya.

Begitulah, pilihan bagi manusia adalah apakah ia akan menjadi orang yg menyucikan jiwanya sehingga dekat kepada Allah, atau malah mengotori jiwanya hingga jauh dari ridlo Allah. Dalam sebuah hadits qudsi Allah berfirman : siapa yg mendekat kepadaku sejengkal maka Aku mendekat sehasta, jika ia mendekat sehasta maka Aku mendekat sejengkal dst…

Hadits qudsi, diatas mengisyaratkan adanya keselarasan usaha kita mendekat kepada Allah dengan welcome-nya Allah yang selalau Menyayangi, Mengasihi, dan selalu memberi yang terbaik bagi manusia itu sendiri.

Dalam hadits yang lain diterangkan bahwa Akal itu menunjukkan kepada hidayah. yaitu akal yang selalu dalam proses tafakkur, terhadap diri, kejadian dan seluruh ciptaanNya. Sehingga sadar dan merasakan akan kebesaran Tuhan dan mengakui akan betapa kecil diri ini. Maka iman semakin mantap, ketakwaan akhirnya berseri, derajat ihsan akan dicapai. Akhirnya tujuan Allah menciptakan manusia menjadi kholifah/kepanjangan tangan Tuhan di muka bumi terlaksana sudah.

Keputusan terakhirakan datangnya Hidayah adalah di Tangan Tuhan, Tuhan telah memberikan jalannya, tinggal bagaimana kita, mengikuti jalan Tuhan ataukah mennjauh dari Jalan Tuhan. Masing2 ada konsekuensi dan saya rasa kita semua tahu akan konsekuensi itu, Bagaimana?

9 Cara Memberi dan Memperoleh Cinta

Hampir semua yang kita lakukan, berhubungan dengan materi. Namun, ternyata kita masih merindukan dan menginginkan dunia lain, dunia spiritual dan penuh emosi.

Misalnya saja, saat mencari hadiah untuk diberikan pada seseorang, kita ingin hadiah itu merefleksikan apa yang dirasakan. Jadi apa yang semua orang inginkan saat ini dan nanti, adalah cinta.

Bagaimana caranya? Melalui perilaku sederhana yang dilakukan sehari-hari, bertukar pikiran serta menghilangkan kebiasaan buruk. Kita bisa mulai dengan banyak cara, karena cinta merupakan sumber yang tak terbatas. Seperti ungkapan penyair Rainer Maria Rilke, ''Keajaiban terjadi setiap saat pada mereka yang benar-benar mencintai. Makin banyak memberi, lebih banyak lagi yang mereka peroleh.''


Berikan Cinta Anda dengan:

1. Memberikan waktu luang Anda, sepenuhnya.
Berikan sesuatu secara ikhlas dan tanpa pamrih. Ambil waktu luang yang biasa Anda gunakan untuk jalan-jalan ke mal atau membaca koran, dan berikan pada pasangan dengan mengajaknya berjalan-jalan atau membuatkan teh untuknya. Tapi jangan campurkan urusan pribadi dengan pekerjaan. Jangan sampai Anda membolos hanya untuk menemani si dia mencari dasi, misalnya.

2. Menunjukkan perasaan Anda.
Mahatma Gandhi pernah mengatakan, ''Seorang pengecut tidak mampu menunjukkan cintanya. Itu (cinta) hak istimewa bagi orang pemberani.'' Jika Anda takut terdengar tolol saat menyatakan emosi, coba nyatakan dengan cara lain. Misalnya, dengan sedikit tambahan lelucon atau dengan menulis surat. Jangan takut dianggap sentimentil. Tak ada salahnya mengekspresikan apa yang kita rasakan.

3. Saling melengkapi.
Cobalah berbagi pekerjaan yang sulit dengan teman. Dengan begitu beban Anda akan terasa berkurang dan itu juga cara praktis menunjukkan kesetiakawanan. Misalkan, Anda punya ibu cerewet dan selalu berkomentar, ada baiknya meminta teman Anda mencarikan hadiah ulang tahun untuknya. Teman Anda tak akan merasa gusar dan bisa dengan cepat menentukan hadiah yang cocok. Atau kalau berada dalam antrean panjang, Anda bisa bergantian dengan pasangan atau teman. Memang bukan saat menyenangkan, tapi setidaknya akan mengetahui, Anda bisa saling mengandalkan.

4. Memberikan orang lain lebih dari yang mereka harapkan.
Anda bisa menyelipkan boneka kesayangan anak Anda di bawah bantalnya atau memuji stamina yang dimiliki tukang pos yang sudah tua. Cobalah berbicara manis pada rekan kerja yang biasanya ��menyebalkan, misalnya ''Selama ini kita banyak beradu pendapat, tapi saya harus mengatakan, naskah yang Anda buat sungguh bagus.'' Cobalah untuk tidak mengeluh selama 24 jam. Dan lihat sekeliling Anda dengan gembira, sehingga tanpa sadar bisa berbalik kembali pada Anda.

5. Membiarkan saja.
Terkadang ada suami yang malah diam bila punya masalah. Mungkin suami Anda pun begitu. Elizabeth punya masalah yang sama dengan suaminya. ''Saya tahu ia punya masalah, mungkin di kantor atau keluarganya, yang tak dapat diceritakan. Hal terbaik yang bisa saya lakukan untuknya, dengan mengatakan saya tahu ia sedang punya masalah dan tak perlu pura-pura seakan-akan semuanya baik- baik saja. Paling tidak, ia tahu saya tidak mengharapkan bertingkah laku normal. Kadang dengan cara demikian, suami saya malah bisa santai dan mengobrol tanpa beban,'' begitu penuturan Elizabeth.

6. Jangan pelit memuji.
Pujian, salah satu bentuk cinta yang paling sederhana. Memuji orang lain, rekan kerja, teman atau keluarga bisa dalam 2 bentuk. Bisa langsung memujinya atau saat Anda mendengar orang lain memuji seseorang, Anda berusaha mengulangi pujian itu dengan menanyakan kembali pada yang memberi pujian. Siapa .sih� yang tidak bangga mendapat pujian, sekecil apa pun?

7. Memberikan kejutan pada pasangan.
Melakukan sesuatu di luar kebiasaan, selain mengejutkan, ternyata bisa menyenangkan. Kalau Anda sudah mengenal pasangan, tentu tahu apa yang disukainya. Misalnya, ketika Ellen tidak bisa tidur, suaminya malah menyalakan lampu dan membacakan cerita sampai Ellen tertidur. Bukan dongeng anak-anak seperti yang dilakukan ibu Ellen saat masih kecil, tapi novel karya pengarang favoritnya.

8. Berbagi ilmu.
Kalau Anda tahu sesuatu, sebarkan pada teman-teman Anda. Seperti yang dilakukan Ray yang memang kutu buku. Hobinya mengumpulkan artikel menarik dan mengirimkannya pada orang-orang yang dirasanya perlu. Misalnya, pada Rudi yang perokok, Ray mengirimkan artikel mengenai berbagai risiko akibat merokok.

9. Mengikuti kegiatan yang disenangi orang lain.
Apa saja yang disukai pasangan atau sahabat Anda, cobalah ikut menikmati. Tak ada salahnya Anda mencoba menonton sepakbola bersama suami. Kalaupun tetap tidak menyukainya, paling tidak usaha Anda akan dihargai suami.

Dapatkan Lebih Banyak Cinta dengan:.

1. Meringankan beban pasangan.
Sebaik apa pun pasangan, tidak dapat menutup kemungkinan naik turunnya suasana hati yang Anda rasakan. Yang bisa Anda lakukan dengan sesering mungkin mengingat, bukan tugas pasangan Anda untuk menghilangkan perasaan yang tak mengenakkan. Tugasnya ��hanyalah menyediakan tempat yang aman, nyaman dan hangat bagi Anda untuk berhadapan dengan semua hal tak mengenakkan tadi.

2. Menunjukkan rasa cinta Anda.
Misalkan, ibu Anda selalu mencampuri kehidupan pribadi Anda, memberitahu bagaimana mengasuh anak yang baik, menangani tagihan yang menumpuk atau cara berpakaian. Setiap kali dilakukan, Anda merasa itu kritikan dan mulai kesal. Jika menghadapi masalah serupa, cobalah memandangnya dari sudut berbeda. Mungkin ibu Anda sangat mengkhawatirkan kesejahteraan Anda karena dia benar-benar menyayangi Anda. Jadi lain kali saat mendengar ibu Anda berkomentar, katakan saja, ''Oh, ibu rupanya benar-benar mengkhawatirkan saya. Saya berterima kasih banyak.'' Mungkin dengan respon seperti itu malah bisa membuat ibu Anda terdiam.

3. Meminta pertolongan.
Jika Anda jatuh, biarkan teman Anda menolong. Berikan kesempatan pada teman untuk menunjukkan, ia bisa diandalkan. Saat membagi masalah yang dihadapi, Anda memberikan kesempatan pada orang lain untuk lebih mencintai Anda.

4. "Merasakan" suasana.
Sebelum pernikahannya, Julie diberi nasihat bagus, ''Cari waktu sejenak saat resepsi, lihat sekeliling dan rasakan kegembiraan yang menyelimuti keluarga dan teman-teman Anda.'' Sampai saat ini, Julie masih melakukannya, tentu dalam skala lebih kecil. Misalnya, saat makan malam bersama seluruh keluarga, renungkan sejenak, dan rasakan kebersamaan dan kehangatan suasananya. Ini bisa mengingatkan Anda untuk selalu mensyukuri apa yang telah Anda miliki saat ini.

5. Menerima pujian.
Sikap dan respon saat Anda menerima pujian, terkadang berpengaruh terhadap si pemberi pujian. Respon yang paling mudah, dengan mengucapkan terima kasih, dan jangan sekali-kali menambahkan, "tapi Anda keliru". Tapi boleh saja Anda menambahkan dengan, ''Terima kasih. Itu membuat saya merasa tersanjung.''

6. Berterus terang.
Menimpakan kesalahan yang dilakukan pasangan atau teman ke pihak ketiga, tampaknya cara termudah. Masalahnya, itu tak bisa mengubah apa yang sudah terjadi, bahkan memberikan pelajaran buruk bagi yang melakukan kesalahan. Pasangan dan sahabat tak bisa memberikan cinta yang Anda inginkan, kecuali Anda, bukan orang lain, memberitahukan apa yang kurang.

7. "Menyingkirkan" orang-orang yang mengganggu kehidupan Anda.
Satu cara memperoleh lebih banyak cinta, dengan menghabiskan lebih banyak waktu dengan orang-orang yang bisa memberi dan jangan buang waktu dengan orang-orang yang tak bisa memberi apa yang Anda inginkan. Cobalah mengatur kehidupan Anda lebih baik lagi. Jangan buang waktu melakukan hal-hal yang tak perlu. Yang perlu diingat, orang-orang yang "mengganggu" kehidupan Anda, boleh saja mengambil tempat dalam kehidupan Anda secara fisik, ��tapi secara psikologis, Anda dapat "menyingkirkannya".

8. Jangan terlalu "baik"
Benarkah ini cara untuk memperoleh cinta? Coba pahami, setiap kali Anda merasa tak yakin dan tak menyetujui pendapat pasangan, Anda tak berani menyatakannya. Kemarahan atau kekesalan yang tak dikeluarkan, bisa meracuni keintiman hubungan dengan berbagai cara. Anda bisa menahannya sampai suatu saat "meledak", Anda menjauh dari pasangan atau teman untuk menghindari hal-hal yang tak diinginkan atau membiarkan kekesalan keluar dalam bentuk perilaku merajuk atau perilaku lain. Mengungkapkan kemarahan secara langsung, sebenarnya cara terbaik dan Anda akan lebih cepat memperoleh apa yang Anda inginkan.

9. Merenungkan dunia yang penuh cinta.
Kita semua hidup dalam dunia yang penuh cinta. Coba perhatikan lingkungan sekitar Anda. Saat berangkat kerja, Anda melihat anak yang mencium tangan orangtuanya sebelum berangkat sekolah. Di bis, Anda melihat seorang ibu menyusui anaknya. Di lain kesempatan Anda melihat seorang bapak rela kehujanan hanya untuk melindungi tubuh anaknya agar tidak basah. Saat Anda melihat itu semua, bersyukurlah pada Sang Pencipta. Syukuri yang telah Anda peroleh selama ini.

Setelah disimak, rasanya sulit membedakan bagaimana "memberikan" dan "memperoleh" cinta. Mungkin itu yang pernah Beatles maksud dengan kata-kata .In the end, the love you take is equal to the love you make.. Anda percaya?

Sekapur Sirih

Dzikrullah, adalah tuntunan masalah ruhiyah atau yang berhubungan dengan masalah pengalaman ruhiyah (batin). Melalui tuntunan ini, anda akan diajak meruntun jejak Al Qur'an secara kauniyah. Ada banyak sekali pertanyaan pada kita. Sebagian dari pertanyaan ini mungkin kelihatan mudah dan jelas sekali bagi sekelompok orang, dan dapat dijawab dengan mudah . Untuk pertanyaan-pertanyaan yang berhubungan dengan hukum (fiqih) serta ilmu pengetahuan, jawaban atas pertanyaan-pertanyaan tersebut dapat dijawab dengan bukti-bukti yang kuat yang membuat kita menjadi jelas dan tidak ragu-ragu lagi atas kebenaran jawaban yang diberikan. Ada banyak sekali pertanyaan-pertanyaan yang belum pernah terjawab dengan baik.

Pertanyaan-pertanyaan tersebut sebenarnya amat mendasar, tetapi tidak pernah mendapat jawaban yang konkret dengan bukti, karena selama ini dianggap tidak mungkin, antara lain adalah:

  • Apakah ada shalat khusyu' itu ? Mungkinkah orang awam seperti kita bisa melakukannya ?
  • Benarkah ibadah itu nikmat dan dapat menenangkan jiwa ?
  • Bagaimana Allah menjawab setiap doa ?
  • Bagaimana cara membedakan ilham dari Allah dan ilham dari syetan ?
  • Mengapa berbuat jahat lebih mudah, sedangkan berbuat baik memerlukan upaya yang luar biasa beratnya? Mungkinkah berbuat baik akan sangat mudah, sebagaimana mengalirnya rasa jahat pada jiwa kita?
  • Adakah cara mudah untuk mencapai ma'rifat kepada Allah ?
  • Apakah hakikat diri, dan mengapa harus kembali kepada Allah ? Dll ....

Kita semua sudah mendengar dan memperoleh jawaban untuk hal-hal tersebut. Tetapi karena jawaban tersebut tidak diberikan dengan bukti dan hanya disampaikan dengan istilah katanya dan katanya ..... maka sampai detik ini semua pertanyaan tersebut terabaikan dan akibatnya kita memaklumkan ketidak-khusyuan, dan tidak dikabulkannya doa merupakan hal yang tidak penting. Pertanyaan-pertanyaan tersebut di atas mungkin sebagian dari kita sulit untuk mempercayai kalau hal itu bisa terjadi dan dirasakan oleh kita secara langsung!!!

Mudah-mudahan melalui tuntunan ini kita sampai kepada jawaban dan keadaan iman yang sebenarnya berlandaskan Al Qur'an dan As sunnah. Metode yang disajikan sangat sederhana dan mudah difahami serta bisa dipraktekkan di rumah masing-masing, secara langsung dan tanpa perantara.

Wassalam

IBUNDA, KENAPA ENGKAU MENANGIS?

Suatu ketika, ada seorang anak laki-laki yang bertanya kepada ibunya. "Ibu, mengapa Ibu menangis?". Ibunya menjawab, "Sebab, Ibu adalah seorang wanita, Nak". "Aku tak mengerti" kata si anak lagi. Ibunya hanya tersenyum dan memeluknya erat. "Nak, kamu memang tak akan pernah mengerti...."

Kemudian, anak itu bertanya pada ayahnya. "Ayah, mengapa Ibu menangis? Sepertinya Ibu menangis tanpa ada sebab yang jelas?" Sang ayah menjawab, "Semua wanita memang menangis tanpa ada alasan". Hanya itu jawaban yang bisa diberikan ayahnya. Lama kemudian, si anak itu tumbuh menjadi remaja dan tetap bertanya-tanya, mengapa wanita menangis.

Pada suatu malam, ia bermimpi dan bertanya kepada Tuhan. "Ya Allah, mengapa wanita mudah sekali menangis?" Dalam mimpinya, Tuhan menjawab, "Saat Kuciptakan wanita, Aku membuatnya menjadi sangat utama. Kuciptakan bahunya, agar mampu menahan seluruh beban dunia dan isinya, walaupun juga, bahu itu harus cukup nyaman dan lembut untuk menahan kepala bayi yang sedang tertidur.

Kuberikan wanita kekuatan untuk dapat melahirkan, dan mengeluarkan bayi dari rahimnya, walau, seringkali pula, ia kerap berulangkali menerima cerca dari anaknya itu.

Kuberikan keperkasaan, yang akan membuatnya tetap bertahan, pantang menyerah, saat semua orang sudah putus asa.

Pada wanita, Kuberikan kesabaran, untuk merawat keluarganya, walau letih, walau sakit, walau lelah, tanpa berkeluh kesah.

Kuberikan wanita, perasaan peka dan kasih sayang, untuk mencintai semua anaknya, dalam kondisi apapun, dan dalam situasi apapun. Walau, tak jarang anak-anaknya itu melukai
perasaannya, melukai hatinya.

Perasaan ini pula yang akan memberikan kehangatan pada bayi-bayi yang terkantuk menahan lelap. Sentuhan inilah yang akan memberikan kenyamanan saat didekap dengan lembut
olehnya.

Kuberikan wanita kekuatan untuk membimbing suaminya, melalui masa-masa sulit, dan menjadi pelindung baginya. Sebab, bukankah tulang rusuklah yang melindungi setiap hati dan
jantung agar tak terkoyak?

Kuberikan kepadanya kebijaksanaan, dan kemampuan untuk memberikan pengertian dan menyadarkan, bahwa suami yang baik adalah yang tak pernah melukai istrinya. Walau, seringkali pula, kebijaksanaan itu akan menguji setiap kesetiaan yang diberikan kepada suami, agar tetap berdiri, sejajar, saling melengkapi, dan saling menyayangi.

Dan, akhirnya, Kuberikan ia air mata agar dapat mencurahkan perasaannya. Inilah yang khusus Kuberikan kepada wanita, agar dapat digunakan kapanpun ia inginkan. Hanya inilah kelemahan
yang dimiliki wanita, walaupun sebenarnya, air mata ini adalah air mata kehidupan".

Maka, dekatkanlah diri kita pada sang Ibu kalau beliau masih hidup, karena di kakinyalah kita menemukan surga.

Bersiap menghadapai kehilangan

Bila Anda siap MENDAPATKAN, sudahkan Anda juga siap KEHILANGAN? Memang, ada beragam cara menyikapi kehilangan. Dari mulai marah-marah, menangis, protes pada takdir, hingga bunuh diri.Masih ingatkah Anda pada tokoh-tokoh ternama, yang tega membunuh diri sendiri hanya karena sukses mereka terancam pudar? Barangkali kisah yang saya adaptasi dari The Healing Stories karya GW Burns berikut ini, dapat memberikan inspirasi.

Alkisah, seorang lelaki keluar dari pekarangan rumahnya, berjalan tak tentu arah dengan rasa putus asa. Sudah cukup lama ia menganggur. Kondisi finansial keluarganya morat-marit. Sementara para tetangganya sibuk memenuhi rumah dengan barang-barang mewah, ia masih bergelut memikirkan cara memenuhi kebutuhan pokok keluarganya sandang dan pangan.Anak-anaknya sudah lama tak dibelikan pakaian, istrinya sering marah-marah karena tak dapat membeli barang-barang rumah tangga yang layak. Laki-laki itu sudah tak tahan dengan kondisi ini, dan ia tidak yakin bahwa perjalanannya kali inipun akan membawa keberuntungan, yakni mendapatkan pekerjaan.

Ketika laki-laki itu tengah menyusuri jalanan sepi, tiba-tiba kakinya terantuk sesuatu. Karena merasa penasaran ia membungkuk dan mengambilnya. "Uh, hanya sebuah koin kuno yang sudah penyok-penyok," gerutunya kecewa. Meskipun begitu ia membawa koin itu ke sebuah bank."Sebaiknya koin in Bapak bawa saja ke kolektor uang kuno," kata teller itu memberi saran. Lelaki itupun mengikuti anjuran si teller, membawa koinnya kekolektor. Beruntung sekali, si kolektor menghargai koin itu senilai 30 dollar.

Begitu senangnya, lelaki tersebut mulai memikirkan apa yang akan dia lakukan dengan rejeki nomplok ini. Ketika melewati sebuah toko perkakas, dilihatnya beberapa lembar kayu sedang diobral. Dia bisa membuatkan beberapa rak untuk istrinya karena istrinya pernah berkata mereka tak punya tempat untuk menyimpan jambangan dan stoples. Sesudah membeli kayu seharga 30 dollar, dia memanggul kayu tersebut dan beranjak pulang. Di tengah perjalanan dia melewati bengkel seorang pembuat mebel. Mata pemilik bengkel sudah terlatih melihat kayu yang dipanggul lelaki itu.Kayunya indah, warnanya bagus, dan mutunya terkenal.

Kebetulan pada waktu itu ada pesanan mebel. Dia menawarkan uang sejumlah 100 dollar kepada lelaki itu.Terlihat ragu-ragu di mata laki-laki itu, namun pengrajin itu meyakinkannya dan dapat menawarkannya mebel yang sudah jadi agar dipilih lelaki itu. Kebetulan di sana ada lemari yang pasti disukai istrinya. Dia menukar kayu
tersebut dan meminjam sebuah gerobak untuk membawa lemari itu. Dia pun segera membawanya pulang. Di tengah perjalanan dia melewati perumahan baru.

Seorang wanita yang sedang mendekorasi rumah barunya melongok keluar jendela dan melihat lelaki itu mendorong gerobak berisi lemari yang indah. Si wanita terpikat dan menawar dengan harga 200 dollar. Ketika lelaki itu nampak ragu-ragu, si wanita menaikkan tawarannya menjadi 250 dollar. Lelaki itupun setuju. Kemudian
mengembalikan gerobak ke pengrajin dan beranjak pulang.

Di pintu desa dia berhenti sejenak dan ingin memastikan uang yang ia terima. Ia merogoh sakunya dan menghitung lembaran bernilai 250 dollar. Pada saat itu seorang perampok keluar dari semak-semak,mengacungkan belati, merampas uang itu, lalu kabur.Istri si lelaki kebetulan melihat dan berlari mendekati suaminya seraya berkata, "Apa yang terjadi? Engkau baik saja kan?Apa yang diambil oleh
perampok tadi? Lelaki itu mengangkat bahunya dan berkata, "Oh,bukan apa-apa. Hanya sebuah koin penyok yang kutemukan tadi pagi".

Memang, ada beragam cara menyikapi kehilangan.

Semoga kita termasuk orang yang bijak menghadapi kehilangan dan sadar bahwa sukses hanyalah TITIPAN Allah. Benar kata orang bijak, manusia tak memiliki apa-apa kecuali pengalaman hidup. Bila Kita sadar kita tak pernah memiliki apapun, kenapa harus tenggelam dalam kepedihan yang berlebihan?

Membangun Motivasi Dalam Diri

Cita-cita atau tujuan hidup ini hanya bisa diraih jika anda memiliki motivasi yang kuat dalam diri anda. Tanpa motivasi apapun, sulit sekali anda menggapai apa yang anda cita-citakan. Tapi tak
dapat dipungkiri, memang cukup sulit membangun motivasi di dalam diri sendiri. Bahkan mungkin anda nggak tahu pasti bagaimana cara membangun motivasi di dalam diri sendiri.

Padahal sesungguhnya banyak hal yang dapat dilakukan untuk menumbuhkan motivasi tersebut. Caranya...? coba simak kiat berikut ini:

Ciptakan sensasi
Ciptakan sesuatu yang dapat "membangunkan" dan membangkitkan gairah anda saat pagi menjelang. Misalnya, anda berpikir esok hari harus mendapatkan keuntungan 1 milyar rupiah. Walau kedengarannya mustahil, tapi sensasi ini kadang memacu semangat anda untuk
berkarya lebih baik lagi melebihi apa yang sudah anda lakukan kemarin.

Kembangkan terus tujuan anda
Jangan pernah terpaku pada satu tujuan yang sederhana. Tujuan hidup yang terlalu sederhana membuat anda tidak memiliki kekuatan lebih.
Padahal untuk meraih sesuatu anda memerlukan tantangan yang lebih besar, untuk mengerahkan kekuatan anda yang sebenarnya. Tujuan hidup yang besar akan membangkitkan motivasi dan kekuatan tersendiri dalam hidup anda.

Tetapkan saat kematian
Anda perlu memikirkan saat kematian meskipun gejala ke arah itu tidak dapat diprediksikan. Membayangkan saat-saat terakhir dalam hidup ini sesungguhnya merupakan saat-saat yang sangat sensasional.
Anda dapat membayangkan 'flash back' dalam kehidupan anda. Sejak anda menjalani masa kanak-kanak, remaja, hingga tampil sebagai pribadi yang dewasa dan mandiri. Jika anda membayangkan 'ajal' anda sudah dekat, akan memotivasi anda untuk berbuat lebih banyak lagi
selama hidup anda.

Tinggalkan teman yang tidak perlu
Jangan ragu untuk meninggalkan teman-teman yang tidak dapat mendorong anda mencapai tujuan. Sebab, siapapun teman anda, seharusnya mampu membawa anda pada perubahan yang lebih baik.
Ketahuilah bergaul dengan orang-orang yang optimis akan membuat anda berpikir optimis pula. Bersama mereka hidup ini terasa lebih menyenangkan dan penuh motivasi.

Hampiri bayangan ketakutan
Saat anda dibayang-bayangi kecemasan dan ketakutan, jangan melarikan diri dari bayangan tersebut. Misalnya selama ini anda takut akan menghadapi masa depan yang buruk. Datang dan nikmati rasa takut anda dengan mencoba mengatasinya. Saat anda berhasil mengatasi rasa
takut, saat itu anda telah berhasil meningkatkan keyakinan diri bahwa anda mampu mencapai hidup yang lebih baik.

Ucapkan "selamat datang" pada setiap masalah
Jalan untuk mencapai tujuan tidak selamanya semulus jalan tol. Suatu saat anda akan menghadapi jalan terjal, menanjak dan penuh bebatuan. Jangan memutar arah untuk mengambil jalan pintas. Hadapi terus jalan tersebut dan pikirkan cara terbaik untuk bisa melewatinya. Jika anda memandang masalah sebagai sesuatu yang mengerikan, anda akan semakin sulit termotivasi. Sebaliknya bila anda selalu siap menghadapi setiap masalah, anda seakan memiliki energi dan semangat berlebih untuk mencapai tujuan anda.

Mulailah dengan rasa senang
Jangan pernah merasa terbebani dengan tujuan hidup anda. Coba nikmati hidup dan jalan yang anda tempuh. Jika sejak awal anda sudah merasa 'tidak suka' rasanya motivasi hidup tidak akan pernah anda miliki.

Berlatih dengan keras
Tidak bisa tidak, anda harus berlatih terus bila ingin mendapatkan hasil terbaik. Pada dasarnya tidak ada yang tidak dapat anda raih jika anda terus berusaha keras. Semakin giat berlatih semakin mudah pula mengatasi setiap kesulitan.

Kesimpulannya, motivasi adalah 'sesuatu' yang dapat menumbuhkan semangat anda dalam rangka mencapai tujuan. Dengan motivasi yang kuat di dalam diri sendiri, anda akan memiliki apresiasi dan penghargaan yang tinggi terhadap diri dan hidup ini. Sehingga anda pun nggak ragu lagi melangkah mencapai tujuan dan cita-cita hidup anda..!